Skip to main content

PUISI : AL MUQTADIR( YANG MAHA PEMEGANG KEKUASAAN)

Asmaul Husna - Al Muqtadir (Yang Maha Pemegang Kekuasaan) - (pinterest.co.uk)

Karena yang menguasai semua kekuasaan hanya Ia,
maka pastilah kekuasaan jumlahnya
satu saja.

 Kekuasaan itu amat kokoh dan perkasa,
sehingga setiap orang harus sangat berhati-hati
dan tawadlu' di dalam mempergaulinya.

Kekuasaan itu senantiasa mengabdi kepada Tuannya,
sehingga siapa saja yang mencoba menggantikan
kedudukan Yang Empunya,
lambat atau cepat kekuasaan itu akan memakannya.

Kita menjadi penguasa-penguasa kecil,
sahabat-sahabat kita 
menjadi penguasa-penguasa agak besar,
dan beberapa oang lain
menjadi penguasa-penguasa besar.

Alangkah berat tugas kita!
Ini adalah tempat yang paling sukar 
untuk menjaga kebeningan mata,
karena acapkali terbalik memahami
Penguasa yang sebenarnya.

Orang-orang yang dikuasai,
bersujud syukur senantiasa,
karena tiap hari mereka langsung belajar
menjadi warga Allah Sang Maha Penguasa,
yakni Dzat Yang Maha Mampu
membuat kita binasa,
namun Ia menguasai dengan sepenuh cinta.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"