Skip to main content

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Asmaul Husna - Al Bashir (Yang Maha Melihat) - (pinterest.com)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu,
Gustiku,
Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri,
dan kalaupun aku bermaksud
memperlihatkan sesuatu kepada-Mu,
maka daya memperlihatkan itu pun tak lain
adalah milik-Mu

Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu,
Gustiku,
karena setiap ruang persembunyian
niscaya milik-Mu jua,
dan kalaupun sesekali aku berusaha
menyembunyikan sesuatu
maka daya menyembunyikan itu hanyalah
hasil pencurianku atas hukum-Mu

Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku,
kulapiskan pakaian di badanku,
kubungkuskan kepura-puraan 
dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku

Namun selalu, Gustiku,
diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu,
bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu,
Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu,
tak lain itu adalah petunjuk
agar aku berjuang melepaskan
dan mencampakannya :
Supaya aku peroleh Engkau
Di akhir pengembaraanku.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"