Skip to main content

PUISI : AL WAALIY (YANG MAHA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN)

Asmaul Husna - Al Waaliy (Yang Maha Memberikan Perlindungan) - (pinterest.co.uk)

Seorang raja 
yang berhasil memelihara kekuasaannya
dalam waktu yang lama,
menyangka
bahwa ia telah lolos dari pengawasan Tuhannya.

Dan orang yang berada di bawah singgasana,
yang hidup terjerat lehernya
serta didesakkan ikat pinggangnya,
meratapi Tuhan yang mereka kira
telah meninggalkannya.

 Bagi Tuhan 
kehidupan ini jauh lebih kecil
dari debu yang sekecil-kecilnya
dan lebih singkat dari satu kejapaan mata,
tetapi kemerdekaan 
yang diluangkannya bagi manusia
lebih luas dibanding seribu cakrawala.

Maka setiap raja selalu paling malang nasibnya,
karena tak pernah bisa ia karib dengan dirinya,
sehingga tak cukup keringatnya
untuk berlari ke Tuhannya

Sedangkan orang-orang 
yang barisan kepala-kepala mereka
dijadikan alas permadani di halaman istana,
cukup hanya membisu saja
untuk terbawa ke Istana yang sebenarnya.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"