Skip to main content

PUISI : AL BAARI' (YANG MAHA PENATA)

Asmaul Husna - Al Baari' (Yang Maha Penata) - (mardliyyahugm.com)

Dikirimkan-Nya sakit kepadamu,
Ia maksudkan untukmu 
atau barangkali untuk saudara-saudaramu 
yang membiayai deritamu

Dihadiahkan-Nya kesehatan kepadamu,
agar takut engkau pada sakit 
atau barangkali supaya engkau lupa 
bahwa engkau sakit

 Dianugrahkan-Nya kemelaratan kepadamu,
agar ujian kecil untuk kematanganmu
atau barangkali itu adalah 
rahmat yang jauh lebih besar 
yang tak mungkin engkau peroleh
kalau engkau bergelimang harta benda,
atau barangkali kemelaratan adalah
kekayaan itu sendiri

Ditumpahkan-Nya kekayaan kepadamu,
buat mensejahterakanmu
atau barangkali
untuk meladangi kesengsaraan hari esok
yang dikehendaki oleh rasa mabukmu

Dipancarkan-Nya rasa bahagia kepadamu,
agar engkau bersyukur,
atau barangkali untuk membuktikan
bahwa engkau akan lupa
karena tak mampu menyangganya
Ditindihkan-Nya derita kepadamu,
untuk melatih sorga atau
barangkali hendak ditunjukkan-Nya
bahwa engkau gampang berputus asa

Allah yang Mencipta, Allah Yang Memberi,
Allah menyimpan makna :
Kita berkeringan mencari
antara sakit dan sehat,
antara miskin dan kaya,
antara derita dan bahagia,
antara gelap dan cahaya,
berlangsung denyutan-denyutan makna,
dua sisi nilai yang bertegur sapa

Itulah lorong gelap kehidupan
Ia, Sang Maha Pencipta
Menyediakan obor di depan pintu-Nya 

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"