Skip to main content

REVIEW BUKU : NASIHAT GOKIL UNTUK LOE YANG SOK SIBUK

Cover Buku Nasihat Gokil Untuk Loe Yang Sok Sibuk
Sisi Belakang Buku Nasihat Gokil Untuk Loe Yang Sok Sibuk














Judul : Nasihat Gokil Untuk Loe Yang Sok Sibuk
Penyunting : Mamad Kasur
Genre : Entertainment
Penerbit : Histeria
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 211 halaman
No ISBN : 978-602-6380-70-8
Harga Buku : 43.500 Rupiah (bukukita.com)


Cerita Singkat :
 
Mamad Kasur, seorang penulis muda yang menggemari stand-up comedy dan berharap mampu menginspirasi dan menghibur dengan level yang hamper setara dengan komedian-komedian lewat bakatnya yaitu menulis.

Pria asli Yogyakarta yang sejak SD sudah mulai menggemari dunia kepenulisan mencoba menggambarkan keresahan-keresahannya dalam quote-quote yang original dan lucu, simple tapi sangat segar karena berhubungan dengan kejadian yang kita alami sehari-hari seperti tentang kehidupan, cinta, pertemanan, hingga mimpi.

Salah satu quote tentang kehidupan

Disertai ilustrasi-ilustrasi yang konyol, membuat buku ini recommended banget disela-sela kesibukan kalian yang memang benar-benar sibuk atau cuma sok nyari kesibukan biar dikata nggak nganggur? Hehehe…


Yang Menarik :
  • Sebenarnya ada beberapa quote yang familiar kita dengar, tapi dikemas atau ditambah-tambahi jadi unik dan lucu
 
Salah satu quote tentang personality

Yang Terasa Kurang : 
  • Banyak quote yang bagus, ada juga yang garing, biasa sih, namanya juga selera, nggak mungkin menyenangkan semua orang

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW BUKU : BEYOND THE INSPIRATION

Judul : Beyond The Inspiration   Penulis : Felix Y. Siauw Genre : Agama Islam Penerbit : Al Fatih Press Tahun Terbit : Cetakan ke-8, Januari 2015 Tebal Buku : 267 halaman No ISBN : 978-602-17997-1-0 Harga Buku : 65.000 Rupiah diskon 20% jadi 52.000 (shopee.co.id) Cerita Singkat : Islam kaffah Keseluruhan, bukan setengah Tak melulu ibadah ritual yang diagung-agungkan Tapi juga kehidupan sosial patut tuk diperhatikan   Ustadz Felix Siauw saat berdakwah (dokpri) HR. Bukhari : “Sesungguhnya di belakangmu nanti akan ada hari-hari penuh kesabaran. Sabar pada hari itu seperti halnya memegang bara api.”   Apakah Islam sedang terpuruk? Akankah Islam bangkit kembali untuk kedua kalinya? Apakah, Akankah? Pertanyaan-pertanyaan yang cenderung mengarah ke pesimisme ini cukup menggelitik Ustadz Felix Siauw.  Itulah yang mendorongnya untuk membuat buku ini. Presiden Palestina yang sempat membuat marah umat Muslim ...

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku. Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna...

REVIEW BUKU : NEGERI 5 MENARA

    Judul : Negeri 5 Menara   Penulis : Ahmad Fuadi Genre : Fiksi Novel   Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2009   Tebal Buku : 422 halaman No. ISBN : 978-979-22-4861-6 Harga Buku : 98.000 Rupiah (gramedia.com)   Cerita Singkat : Kalau terdengar kata “Pondok Pesantren (ponpes)”, apa yang terbesit di pikiran kalian? Agamis, tentu, Pakaiannya tertutup, pasti, tapi apakah memang selalu terlintas hal-hal yang positif? Bagaimana dengan stereotip beberapa lapisan masyarakat kalau ponpes adalah tempat penyembuhan jiwa anak-anak nakal? Kadang-kadang terlihat seperti itu bukan?   Yah, bagaimanapun persepsi setiap orang, itu hanyalah sebuah persepsi, pada akhirnya pembentukan Pondok Pesantren pasti tujuannya untuk mencetak generasi-generasi Qur’ani muda yang tidak hanya berhenti di belajar secara teori, namun turut bergerak dan mengamalkan Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam ...