Skip to main content

#SOKTAHU

#SokTahu Punya (mobavatar.com)


Okay, teman-teman, akhirnya setelah sekian lama pengen membuat karya pribadi (tidak hanya review buku maupun menulis ulang puisi inspiratif), kesampaian juga bikin tulisan soal keresahan pribadi akan lingkungan sekitar.

Sekarang itu zamannya orang sedikit-sedikit komentar, netizen Indonesia terkenal pedas-pedas, padahal bisa jadi mereka hanya ikut-ikutan, nggak tahu apa-apa, atau bahkan cuma bercanda, hahaha….

Yang jelas, #SokTahu ku ini karena aku sebenarnya belum bisa disebut ahli dalam sesuatu, tapi yaa suka menganalisis sesuatu aja, mulai dari soal olahraga, sosial, lingkungan, politik, dan banyak lagi deh.

FYI, aku suka kenetralan, karena itu cita-citaku jadi seorang wartawan, karena media harusnya netral dalam melihat sesuatu.

Opini yang aku utarakan tentunya tidak akan asal njeplak, tapi mengambil dari referensi tertentu yang insyaallah terpercaya dan dapat aku pertanggungjawabkan setiap hal yang kutulis

Okay, sekian perkenalan dari #SokTahu, selamat membaca, semoga bermanfaat.


Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"