Skip to main content

PUISI : AL KHOOLIQ (YANG MAHA PENCIPTA)

Asmaul Husna - Al Khooliq (Yang Maha Pencipta) - (ruangpustaka.blogspot.com)

Adakah para nabi menciptakan kenabiannya
seperti para seniman menulis sejarah
dengan syair-syair, tarian, lagu-lagu
patung, lukisan serta rumbai-rumbai
zaman yang ia sebut sebagai ciptaannya?

Adakah para Nabi menciptakan
banguna-bangunan peribadatan kehidupan
seperti para undagi yang menatah alam,
seperti para arsitek menciptakan gedung-gedung
penuding matahari dan bintang,
seperti para cerdik cendekia menganyam
peradaban dan kebudayaan,
seperti para sutradara kehidupan 
yang hadir di depan hidung kita 
dengan kegagahan cipta serta program-program?

Allah Sang Maha Pencipta yang menjelmakan
tangga-Nya ke dalam tangan hamba-hamba-Nya,
tak menjadi tenggelam peranan-Nya,
oleh barisan raksasa kesombongan dan keserakahan

Allah Maha Tak Termanipulasi oleh kealpaan
ego makhluk-makhluk-Nya yang berlomba
untuk makin tak kenal diri sendiri

Allah Maha tak tertimbuni 
oleh gerilya para Iblis dan Setan
yang membusungkan dada manusia,
yang selalu merasa mampu menciptakan itu 
dan ini suatu sikap yang bahkan 
tak pernah tumbuh dari dada para Nabi

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"