Skip to main content

PUISI : AL MUTAKABBIR (YANG MAHA PEMBESAR)


Asmaul Husna - Al Mutakabbir (Yang Maha Pembesar) - (kaligrafi--islam.blogspot.com)


Orang menyematkan tanda kebesaran di dada,
 Orang menancapkan tonggak kekuasaan
yang memenuhi dunia,
Orang mengantongi sejarah,
Orang menjaring berjuta-juta kepala manusia
untuk ditimbun di keranjang hari depannya,
Orang menumpuk modal dan
mencengkeramkan cara-cara,
Orang menjala nasib ribuan saudara-saudaranya,
Orang berlomba memanggul beban-beban yang ia sangka berisi buah kebahagiaan,
Orang menciptakan bayangan demi bayangan,
impian demi impian,
yang selalu memakan diri mereka sendiri akhirnya

Orang-orang buta itu mengira Tuhan gagu dan buta,
Mereka tumpas suara lembut hati kecil mereka
dengan makanan-makanan maya,
bagai pengembara yang kelaparan,
tiba di tepi danau biru yang kemilau airnya,
rontok jiwa mereka
maka terjunlah ke dalamnya,
gagal menemukan seteguk air
yang lebih menyimpan tenaga

Allah saja yang memiliki kebesaran :
orang yang menyangka bahwa ia juga memilikinya
sesungguhnya sedang menggali sendiri 
lobang kuburnya
karena tak sedebu kebesaran-Nya
pun yang ia bersedia meminjamkan kepada kita
apabila kita tempuh perjalanan tidak ke Istana-Nya

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"