Skip to main content

PUISI : AL AFUWW (YANG MAHA MENSUMBERI PEMAFAAN)

Asmaul Husna - Al Afuww (Yang Maha Mensumberi Pemafaan) - (alquranperadaban.wordpress.com)

Allah menggariskan suatu cara bergaul
yang amat lembut dan agung
antara Ia dengan sekalian hamba-hamba-Nya

Telah ditetapkan-Nya 
bahwa akan dihapuskan dosa-dosa kita,
diminta ataupun tak diminta.
Pertama
karena tak seorangpun bisa terlepas dari dosa,
Kedua
kalaupun ada seorang hamba
yang mampu hidup tanpa dosa,
Ia tetap bisa memberi maaf
kepada sesuatu yang selain dosa-dosa,
yang entah apa,
tetapi Ia dengan amat mudah mengarangnya.
Dan ketiga, 
peristiwa memaafkan itu sendiri
adalaha suatu adegan kesenian
yang paling tinggi tingkat mutunya.
Seandainya kita memohon maaf
atas segala kesalahan kita,
itu bukan karena Ia hendak memamerkan kekuasaan
dari harta-Nya 
dengan cara memahalkan atau memurahkan
pemaafan-Nya
melainkan karena Ia tahu
memohon maaf kepada-Nya 
adalah kebahagiaan mutlak bagi batin kita.
Dan seandainya 
kita tak meminta maaf kepada-Nya,
akan tetap dimaafkan-Nya juga kita,
agar sesudah kita menyia-nyiakan 
rasa nikmat meminta maaf,
tetap dihadirkan-Nya kepada kita
kemungkinan untuk bahagia.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"