Skip to main content

PUISI : AL BAAQI (YANG MAHA ABADI)

Asmaul Husna - Al Baaqi (Yang Maha Abadi) - (pinterest.co.uk)

Setelah tiba rasa senang,
esok pagi akan muncul angin pengap
yang menanamkan 
kekecewaan dan ketidaktentraman,
namun kemudian nongol tiba-tiba
angin yang lain lagi :
bagai burung-burung ceria
yang hinggap di pundakmu dan engkau pegang.

Setelah memancar cahaya pengetahuan,
esok pagi matahari tak bangun dari peraduan :
engkau pun jadi rabun dan hilang pegangan,
namun kemudian 
dari ufuk semangatmu terbit surya lain
yang membuat mripatmu kembali bisa memandang

Setelah jiwa ditegakkan iman,
esok pagi tiba dihadapanmu 
tantangan yang membuat engkau
diambil-alih oleh keputusasaan,
namun kemudian 
di ladang reruntuhan jiwamu membenih rahasia lain
yang membangkitkan tubuhmu
untuk tegak menatap lurus ke depan

Demikian yang engkau sebut kehidupan
Yakni riak-riak gelombang
Pasang dan surut, surut dan pasang
Menjadi barisan mimpi kesementaraan,

Allah Yang Maha Abadi
Melemparkanmu ke riuh samudera
Timbul tenggelam, timbul tenggelam
Agar engkau paham
Ilmu mengasah keabadian.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"