Skip to main content

PUISI : AR RO'UUF (SANG MAHA PEMANCARI KASIH SAYANG)

Asmaul Husna - Ar Ro'uuf (Sang Maha Pemancari Kasih Sayang) - (ruangpustaka.blogspot.com/)

Akhirnya kumengerti
bahwa apabila di panggung kehidupan ini
Engkau letakkan kejadian
yang membangkitkan amarah dan benci :
itu adalah peluang bagiku
buat memperoleh rasa cinta yang tertinggi.

Akhirnya kumengerti
bahwa apabila muncul di hari-hariku
sesuatu yang merangsang pamrih dan dengki :
itu adalah kesempatan bagiku
untuk mengolah pengabdian sejati.

Akhirnya kumengerti
bahwa apabila ditampar aku
oleh peristiwa yang menumbuhkan
sikap kejam dan tangan belati :
itu adalah anugrah bagiku
untuk belajar menggenggam
cinta kasih yang paling murni.

Dan akhirnya kumengerti, Kekasih,
akhirnya kumengerti, bahwa apabila pada suatu hari
Engkau buta gelapkan pandanganku :
tak lain itu adalah isyarat
agar aku tak lupa 
memohon pencahayaan matahari-Mu.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"