Skip to main content

PUISI :AL HAADII (SANG MAHA PENGUAK HIDAYAH)

Asmaul Husna - Al Haadii (Sang Maha Penguak Hidayah) - (pinterest.com)

Para pengusaha cemas
akan bisa kehabisan kemampuan berproduksi,
para seniman resah akan bisa kering ilham,
untuk bikin lukisan dan puisi,
para orang dan calon-calon orang gelisah
akan bisa buntu jalan menuju esok hari
Petunjuk Allah, sementara itu,
memancar lebih dari cahaya seribu matahari,
menghampar seribu kali sel-sel udara
di segala penjuru bumi,
menabur bagai gemercak hujan sepanjang zaman,
berjumlah seperti 
taburan bintang-bintang yang diganti setiap malam.

Di dalam Tuhan tidak ada kemelaratan :
seolah-olah saja engkau dirundung kemiskinan,
namun itu adalah ujud awal
dari kekayaan yang sengaja Ia samarkan

Di dalam Tuhan tidak ada kesempitan,
karena yang sejenak 
terasa seperti kesempatan 
itu adalah tanah subur menanam keluasan

Di dalam Tuhan tidak ada bakat alam,
karena alam tak punya apa-apa untuk diberikan,
karena jikapun masing-masing kita ini
dijadikan seribu orang,
tak bakal cukup juga untuk menampung ilham
yang Ia selalu pertunjukkan.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"