Skip to main content

#SOKTAHU : PENGALAMAN MENGURUS PERPANJANGAN SIM C DI KOTA MALANG


Dahulu, antrian panjang pembuatan dan perpanjangan SIM di Kota Malang membuat banyak orang gerah (Darmono/Radar Malang)
Dahulu, antrian panjang pembuatan dan perpanjangan SIM di Kota Malang membuat banyak orang gerah (Darmono/Radar Malang)

SIM…
Kartu kecil penuh makna
Semua pengendara
Dituntut mempunyainya
Sebagai tanda kelayakan
Tuk mengemudikan kendaraan

SIM…
Berisikan identitas diri
Didapat dari
Ujian praktek dan teori
Tak mudah sama sekali
Tuk memastikan yang lulus
Benar-benar cakap berkendara di jalanan
Juga taat pada peraturan


Rabu, 22 Agustus 2018 
Malam itu, secara tiba-tiba ingat kalau sudah waktunya memperpanjang SIM C.  Cari-cari di mbah google, ternyata Satlantas Kota Malang telah melakukan terobosan yaitu dengan diluncurkannya Aplikasi e-SIM Polres Kota Malang.  

Tujuannya untuk mengurangi penumpukan antrian sejak subuh (entah yang melakukan pembuatan SIM baru maupun perpanjangan SIM) yang biasa terjadi disana.

Akhirnya coba-coba download dan install aplikasi itu di google play store.  Ternyata memang mudah sekali, tinggal mengisi data diri sesuai yang dibutuhkan, dan langsung dapat nomor antriannya.

1. Klik diantara kedua pilihan tersebut yang kalian butuhkan (play.google.com)
1. Klik diantara kedua pilihan tersebut yang kalian butuhkan (play.google.com)
 

















 
2. Isi data diri kalian (play.google.com)
2. Isi data diri kalian (play.google.com)


3. Nomor Antrian yang kalian didapat berikut keterangan-keterangan lainnya (dokpri)
3. Nomor Antrian yang kalian didapat berikut keterangan-keterangan lainnya (dokpri)
















Kamis, 23 Agustus 2018 
Karena dapat antriannya di hari Jum’at, aku menyiapkan yang dibutuhkan untuk pengurusan surat itu di hari Kamis, seperti :
  • SIM C Asli 
  • 3 buah fotokopi SIM C
  • 3 buah fotokopi e-KTP 
  • Surat keterangan sehat 
Untuk surat keterangan sehat, aku coba mengurusnya di poliklinik UB (biasanya gratis kalau mengurus surat keterangan sehat), ternyata membayar dengan harga 25 ribu rupiah.   

Tentu lebih mahal sedikit jika dibandingkan dengan mengurus surat kesehatan di tempat yang disediakan polres kota malang yang sebesar 10-20 ribu rupiah (dari info yang aku baca di hari itu).

  • Bolpoin 
  • Map warna biru 
Aku memilih membelinya di sekitar Polres Kota Malang, karena khawatir ada map khusus langsung dari Polres yang dibuat untuk hal-hal seperti ini.


Jum’at, 24 Agustus 2018

Hari H pun tiba, pukul 8 pagi, aku sampai disana.  Dari yang aku pantau, sudah tidak ada antrian yang mengular sampai mana-mana (e-SIM ternyata benar-benar berguna), calo pun tidak kelihatan karena sepertinya diawasi ketat oleh petugas kepolisian.


Pertama yang aku beli tentu map, ternyata map nya sama seperti map-map pada umumnya, tidak ada yang spesial, map kertas biasa dan bisa warna biru maupun hijau, harganya 3 ribu rupiah (wajar sih, karena namanya orang butuh pasti dinaikkan harganya dari yang biasanya sekitar 500-1000 rupiah).
Belilah map kertas biasa di toko-toko dekat tempat tinggal kalian dengan warna biru/hijau (bukalapak.com)
Belilah map kertas biasa di toko-toko dekat tempat tinggal kalian dengan warna biru/hijau (bukalapak.com)

Selanjutnya, coba masuk tanya ke petugas, ternyata nomor antrian di hp harus diprint dulu, dan kebetulan disana ada yang menyediakan jasanya.  Simpel aja ternyata, brightness hp dicerahkan sampai maksimal, hp ditaruh di tempat scan, terus melakukan proses seperti fotokopi, dipotong, jadi deh.  Untuk jasa seperti ini dihargai sebesar 2 ribu rupiah.


Jangan lupa fotokopi/print nomor antrian anda terlebih dahulu (dokpri)
Jangan lupa fotokopi/print nomor antrian anda terlebih dahulu (dokpri)

Nah, ini yang cukup mengejutkan sekaligus memprihatinkan, ternyata Surat Kesehatanku TIDAK DITERIMA, WAJIB menggunakan jasa dokter yang sudah disediakan Polres Kota Malang, Whaaaatt???
Jangan pakai surat kesehatan dari puskesmas manapun di Kota Malang selain dari klinik yang disediakan oleh Satlantas Kota Malang (dokpri)
Jangan pakai surat kesehatan dari puskesmas manapun di Kota Malang selain dari klinik yang disediakan oleh Satlantas Kota Malang (dokpri)

Ini nih yang sedikit bikin kesel juga, karena nggak ada keterangan seperti itu dari info yang aku baca (aku lingkari di foto dibawah ini), jadi harus ngantri lagi (sediakan masing-masing 1 buah fotokopi e-KTP dan SIM untuk mengantri), diperiksa lagi, bayar lagi sebesar 5 ribu rupiah (tolong dicek lagi, karena dalam kasusku ini disebut mengganti surat kesehatan, jadi mungkin lebih murah dari beberapa info yang aku dapat).

Sayangnya tidak ada keterangan/alasan yang jelas mengapa surat kesehatan yang diterima hanya bisa dari satu tempat (dokpri)
Sayangnya tidak ada keterangan/alasan yang jelas mengapa surat kesehatan yang diterima hanya bisa dari satu tempat (dokpri)
 
Setelah itu sempat ditawari asuransi kecelakaan di tempat lain, ini bersifat TIDAK WAJIB kok, jadi aku lewatin aja.


Beberapa peristiwa diatas membuat aku baru bisa masuk ke dalam Polres sekitar jam setengah 9.  Nah, kelebihan dari e-SIM terasa disini, antrian benar-benar teratur. 

Terbukti saat aku masuk, yang awalnya aku kira terlambat, ternyata tidak, kebetulan dipanggilnya per 20 orang (dalam kasusku, no. 21-40) untuk mengisi formulir terlebih dahulu dan mengumpulkan berkas-berkas seperti SIM asli, masing-masing 1 buah fotokopi e-KTP dan SIM, serta surat kesehatan.


Saat udah masuk ruang tunggu, terlihat sekali kalau tidak sepadat dulu, lagi-lagi aplikasi e-SIM berperan.  Setelah menunggu selama ±30 menit, akhirnya akupun dipanggil dan melakukan perekaman mulai dari sidik jari, foto, hingga tanda tangan.

Terakhir, tinggal membayar sebesar 75 ribu rupiah.  Eh ternyata, blangko SIMnya sedang habis, menunggu kiriman dari pusat, disuruh mengambil ±2 minggu lagi.  Akhirnya surat pembayaran SIM + 1 buah fotokopi e-KTP yang dijadikan jaminan (yang ditunjukkan ke polisi) semisal ada pengecekan dari kepolisian.


Segala tarif pembuatan maupun perpanjangan SIM sesuai peraturan yang berlaku (ihwanhariyanto.com)
Segala tarif pembuatan maupun perpanjangan SIM sesuai peraturan yang berlaku (ihwanhariyanto.com)

Conclusion...
Biaya yang kuhabiskan untuk pengurusan perpanjangan SIM adalah :
  • 3 buah fotokopi SIM C   = 500 
  • 3 buah fotokopi e-KTP   = 500 
  • Map kertas biru/hijau      = 3.000 
  • Print nomor antrian         = 2.000
  • Surat keterangan sehat    = 25.000 + 5.000 = 30.000 
  • Pembayaran SIM C         = 75.000 
Totalnya adalah 110.000 rupiah diluar parkir, wkwkwk.  So, jika kalian mau lebih murah, tentu di bagian surat keterangan sehat langsung kalian bikin di tempat yang disediakan Polres Kota Malang, dan beli map + print dan fotokopi diluar terlebih dahulu (menghemat ±13.000, lumayan, bisa buat beli cilok, wkwkwk) 

Demikian ceritaku dalam mengurus SIM di bulan Agustus 2018, segala hal yang positif patut diapresiasi, yang negatif pun patut juga untuk disampaikan.
 
Semoga bermanfaat…

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"