Skip to main content

PUISI : AL MUJIIB (SANG MAHA PEMENUH DO'A)

Asmaul Husna - Al Mujiib (Sang Maha Pemenuh Do'a) - (pinterest.com)

Sering kami memperlakukan-Mu sebagai pelayan :
kami minta ini itu,
kalau hari ini tak menjadi kenyataan,
kami dirundung kekecewaan,
dan Engkau kami jadikan kambing hitam.

Sering kami anggap Engkau
sebagai sekedar pembantu :
sekian pengharapan kami paksakan atas-Mu,
kami tentukan waktunya kapan
Engkau harus mengabulkan,
tanpa memohon pertimbangan-Mu
apa yang sebaiknya kami pintakan

Tuhan, 
dengan amat sedikit ilmu hadiah dari-Mu,
sering kami merasa lebih tahu daripada-Mu.
Dengan secuil pengetahuan hasil pemberian-Mu,
kami berangkat mengembara,
kami manjakan mimpi demi mimpi,
kemudian kami letakkan Engkau
sebagai pekerjaan utama kami.

Kini, Tuhan, maafkanlah kekerdilan kami :
tidaklah senonoh untuk meminta-Mu
menyesuaikan diri kepada kami,
sedangkan Engkau anugerahkan akal budi
pastilah agar kami menjadi tahu diri
Sungguh Engkau Maha Mengabulkan segala do'a,
namun bimbinglah kami bagaimana
mengembangkan sikap dewasa dalam berdo'a.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"