Skip to main content

PUISI : AL KABIIR (YANG MAHA RAKSASA)

Asmaul Husna - Al Kabiir (Yang Maha Raksasa) - (shutterstock.com)

Setiap kali aku kumandangkan
Allahu Akbar,
Kekasihku, 
Engkau tahu kata-kataku itu 
hanya kekosongan yang bisu,
karena sesungguhnya tak akan pernah
aku paham benar inti kebesaran-Mu.

Setiap kali aku teriakan Allah Maha Besar
Buluh Rinduku,
Engkau senantiasa 
berada di luar lingkaran bayangan dan pemikiranku,
karena sesungguhnya
Engkau selalu lebih besar
dibanding segala sebutan besar

Engkau Terbesar, Jantung Hatiku
Engkau Paling Besar
Engkau Lebih Besar dari
yang terbesar dan paling besar
Engkau Lebih Besar dari
yang terbesar dan paling besar
Engkau bahkan Jauh Lebih Besar
dari yang lebih besar

Cintaku, O..., Allah Cintaku
Maafkan kata-kataku
yang tak mungkin akan pernah menggapai-Mu,
namun songsonglah kangenku
meskipun dengan seserpih kecil
dari misteri kebesaran-Mu

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"