Skip to main content

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

Final Day Of The International 2018 (gamebrott.com)
Final Day Of The International 2018 (gamebrott.com)


Drama berlanjut

PSG.LGD yang lebih diunggulkan ternyata takluk juga oleh OG dengan skor 2-1.  Padahal kalau dilihat secara individu, mungkin pemain-pemain dari OG tidaklah spesial, namun kekompakan tim, mentalitas bermain tanpa beban, serta strategi yang jitu membuat mereka menjadi tim yang luar biasa.



Di laga terakhir, sebenarnya PSG.LGD hampir saja menang karena pertahanan OG sudah banyak yang jebol, namun karena PSG.LGD yang terlihat terburu-buru untuk menyelesaikan game, mereka melakukan beberapa kesalahan fatal yang mengakibatkan beberapa hero mereka mati (kalau tidak salah sampai 4 hero) dan tidak memiliki buyback.  Dengan cepat OG menyerang balik dan akhirnya meraih kemenangan.



PSG.LGD yang harus rela turun ke Lower Bracket Finals bertemu kembali dengan EG.  Dari rekor pertemuan di Group Stage, EG secara meyakinkan menang 2-0 dari PSG.LGD, tentu hal inilah yang berusaha diulang oleh EG. 



Namun takdir berkata lain, PSG.LGD sebagai harapan China terakhir tentu tidak ingin keberhasilan tim China di tahun genap berhenti.  Akhirnya secara meyakinkan, PSG.LGD berhasil menghabisi EG dengan skor 2-0.

Grand Finals TI 8 : OG vs PSG.LGD (Discover World History)
Grand Finals TI 8 : OG vs PSG.LGD (Discover World History)

Runtuhnya mitos itu

Semangat revans pun diusung oleh PSG.LGD terhadap OG di Grand Finals The International 2018 yang mempertandingkan maksimal 5 babak (Best of five).  Setelah sempat menang meyakinkan di game pertama, OG langsung dihabisi di dua game berikutnya.



Semangat suporter China pun semakin menggebu-nggebu dan mereka sangat yakin PSG.LGD akan menjadi juara.  Ternyata harapan mereka hampir menjadi kenyataan di game keempat, dimana PSG.LGD mampu membuat OG tertekan, namun secara luar biasa OG kembali mengejutkan semua pihak dengan membalikkan keadaan.  Skor pun kembali imbang di angka 2-2.



Akhirnya, terciptalah game kelima yang kedua dalam sejarah Grand Finals The International.  Penonton kedua tim pun makin bersemangat, aku sendiri yang nonton sampai tak bisa beranjak dari kursi, saking serunya pertandingan. 



Coach dari OG sempat diwawancarai mengenai resep dari kemenangan di Game 4.  Ternyata mentalitas itu berasal dari N0tail.  Disaat timnya pesimis akan mampu membalikkan keadaan dan seakan-akan percaya akan mitos, sang kapten selalu menyemangati rekan setimnya dan percaya bahwa namanya mitos tetaplah mitos, tidak selalu benar.



Di game kelima, OG pun mengandalkan Ember Spirit dan Zeus sebagai ujung tombak, dimana kombo itu termasuk sering dipakai saat Group Stage.  Sedangkan PSG.LGD mengandalkan kombo Kunkka-Eartshaker serta Terrorblade sebagai core untuk menaklukkan OG.

Sempat tertekan di awal, tepat setelah war di daerah Roshan yang secara epik dimenangkan oleh OG, pertandingan pun berbalik.  OG secara gemilang mampu memenangkan game tersebut dan menjadi TI champion untuk pertama kalinya dalam sejarah tim tersebut berdiri.


N0tail saat mengangkat Trofi Aegis Of Immortal (kincir.com)
N0tail saat mengangkat Trofi Aegis Of Immortal (kincir.com)


Skuad OG berkumpul merayakan gelar juara TI 8, mulai dari player, coach, dan manager (kincir.com)
Skuad OG berkumpul merayakan gelar juara TI 8, mulai dari player, coach, dan manager (kincir.com)


Terlihat mereka semua menangis terharu (terutama N0tail yang bertahun-tahun mencoba belum berhasil), saling memeluk erat satu sama lain, seakan tidak percaya tim yang terbentuk secara dadakan ini mampu merebut gelar impian semua player DOTA.  Aku yang melihatnya benar-benar terenyuh dan ikut senang dengan kemenangan mereka.



Jika dilihat, mereka seperti mengulang cerita Wings Gaming di TI 6.  Tidak diunggulkan namun mampu melejit jadi juara.  Mitos tahun genap itupun runtuh, walaupun tidak benar-benar runtuh sih sebenarnya, karena salah satu pemain OG yaitu Ana itu punya keturunan Cina juga, jadi masih ada lah sisa-sisa kejayaan China di tahun genap, wkwkwk…



Sekian Cinderella Story dari TI 8, benar-benar turnamen yang akan dikenang seumur hidup, jadi nggak sabar menunggu TI 9…

OG mendapat hadiah yang sangat luar biasa dari kemenangannya di TI 8 (merdekatech.id)
OG mendapat hadiah yang sangat luar biasa dari kemenangannya di TI 8 (merdekatech.id)

Comments

  1. There are definitely numerous particulars like that to take into consideration. That could be a nice level to deliver up. I supply the ideas above as basic inspiration but clearly there are questions like the one you carry up where crucial thing can be working in honest good faith. I don?t know if best practices have emerged around issues like that, however I'm certain that your job is clearly identified as a good game. Both girls and boys really feel the influence of only a second’s pleasure, for the rest of their lives. online casino real money

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"