Skip to main content

PUISI : AL HAQQ (YANG MAHA BENAR)

Asmaul Husna - Al Haqq (Yang Maha Benar) - (pinterest.com)

Kuikrarkan sepenuh jiwa :
Allah
Maha Tetap Ada-Nya
Allah
Maha Benar Ada-Nya
Allah
Maha Tetap Benar-Nya
Maha Benar Tetap-Nya

Tetapi lihatlah :
tak pernah berhasil aku menjejaki ujung pangkalnya,
lihatlah aku,
menatap kata-kataku sendiri seperti
menatapi sepi ombak samudera

Setiap kalimatku adalah tumpukan sampah
Setiap yang kulihat 
hanyalah batas penglihatanku sendiri,
segala yang kudengar
hanyalah ujung pendengaranku sendiri,
segala pengetahuanku,
segala hasil rabaan rasa akalku,
hanyalah gumpalan-gumpalan lumpur di atas batu :
nanti malam tumpah hujan,
semua lumpur bakal hapus dan musnah
lihatlah, tinggal dungu aku sendiri,
menunggu suara dari Sang Maha Hakiki
Gusti!
Sebagai bayi
Kutirukan kata-kata-Mu
Dengan lidah pengetahuanku yang gagu

Ikrarku tanpa makna
Tapi yakinku
Tak bersisa!

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"