Skip to main content

PUISI : ASY SYAHIID (YANG MAHA MENYAKSIKAN)

Asmaul Husna - Asy Syahiid (Yang Maha Menyaksikan) - (pinterest.com)

Silahkan menyembunyikan apa saja
yang kalian tak ingin kami mengetahui,
silahkan menyembunyikan beberapa kekayaan kami
yang kalian curi,
silahkan menyembunyikan beberapa juta mata
yang kalian kelabuhi,
silahkan menyembunyikan jumlah kepala manusia
yang kalian bantai,
silahkan menyembunyikan segala kemunafikan
yang kalian guratkan di lembaran buku sejarah ini,
silahkan menyembunyikan semua laku buruk
yang kalian bungkus 
dengan slogan-slogan muluk dan baris-baris puisi,
silahkan menyembunyikan persekongkolan kalian
dengan para iblis setan yang berdasi,
silahkan menyembunyikan 
segenap akal bulus, korupsi, dan manipulasi,
silahkan menyembunyikan segala kebusukan
yang kalian simpan
dalam kaleng-kaleng pidato yang suci murni,
silahkan,
silahkan menyembunyikan apapun saja
yang ingin kalian sembunyikan dari kami!
Namun maaf, kami tidak.

Jika kalian hanya hidup di ruang persembunyian,
maka kepada Allah
tak perlu kami memberikan laporan
Sebab terhadap segala sesuatu
Ia Maha Menyaksikan.
Dan jika setiap kebenaran 
kenyataan selalu kami kemukakan,
itu tidaklah untuk memberitahu Tuhan,
melainkan kemampuan kami memang terbatas
pada mengatakan apa yang wajib kami katakan,
serta mengerjakan apa yang wajib kami kerjakan. 

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW BUKU : BEYOND THE INSPIRATION

Judul : Beyond The Inspiration   Penulis : Felix Y. Siauw Genre : Agama Islam Penerbit : Al Fatih Press Tahun Terbit : Cetakan ke-8, Januari 2015 Tebal Buku : 267 halaman No ISBN : 978-602-17997-1-0 Harga Buku : 65.000 Rupiah diskon 20% jadi 52.000 (shopee.co.id) Cerita Singkat : Islam kaffah Keseluruhan, bukan setengah Tak melulu ibadah ritual yang diagung-agungkan Tapi juga kehidupan sosial patut tuk diperhatikan   Ustadz Felix Siauw saat berdakwah (dokpri) HR. Bukhari : “Sesungguhnya di belakangmu nanti akan ada hari-hari penuh kesabaran. Sabar pada hari itu seperti halnya memegang bara api.”   Apakah Islam sedang terpuruk? Akankah Islam bangkit kembali untuk kedua kalinya? Apakah, Akankah? Pertanyaan-pertanyaan yang cenderung mengarah ke pesimisme ini cukup menggelitik Ustadz Felix Siauw.  Itulah yang mendorongnya untuk membuat buku ini. Presiden Palestina yang sempat membuat marah umat Muslim ...

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku. Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna...

REVIEW BUKU : NEGERI 5 MENARA

    Judul : Negeri 5 Menara   Penulis : Ahmad Fuadi Genre : Fiksi Novel   Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2009   Tebal Buku : 422 halaman No. ISBN : 978-979-22-4861-6 Harga Buku : 98.000 Rupiah (gramedia.com)   Cerita Singkat : Kalau terdengar kata “Pondok Pesantren (ponpes)”, apa yang terbesit di pikiran kalian? Agamis, tentu, Pakaiannya tertutup, pasti, tapi apakah memang selalu terlintas hal-hal yang positif? Bagaimana dengan stereotip beberapa lapisan masyarakat kalau ponpes adalah tempat penyembuhan jiwa anak-anak nakal? Kadang-kadang terlihat seperti itu bukan?   Yah, bagaimanapun persepsi setiap orang, itu hanyalah sebuah persepsi, pada akhirnya pembentukan Pondok Pesantren pasti tujuannya untuk mencetak generasi-generasi Qur’ani muda yang tidak hanya berhenti di belajar secara teori, namun turut bergerak dan mengamalkan Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam ...