Skip to main content

PUISI : ASY SYAHIID (YANG MAHA MENYAKSIKAN)

Asmaul Husna - Asy Syahiid (Yang Maha Menyaksikan) - (pinterest.com)

Silahkan menyembunyikan apa saja
yang kalian tak ingin kami mengetahui,
silahkan menyembunyikan beberapa kekayaan kami
yang kalian curi,
silahkan menyembunyikan beberapa juta mata
yang kalian kelabuhi,
silahkan menyembunyikan jumlah kepala manusia
yang kalian bantai,
silahkan menyembunyikan segala kemunafikan
yang kalian guratkan di lembaran buku sejarah ini,
silahkan menyembunyikan semua laku buruk
yang kalian bungkus 
dengan slogan-slogan muluk dan baris-baris puisi,
silahkan menyembunyikan persekongkolan kalian
dengan para iblis setan yang berdasi,
silahkan menyembunyikan 
segenap akal bulus, korupsi, dan manipulasi,
silahkan menyembunyikan segala kebusukan
yang kalian simpan
dalam kaleng-kaleng pidato yang suci murni,
silahkan,
silahkan menyembunyikan apapun saja
yang ingin kalian sembunyikan dari kami!
Namun maaf, kami tidak.

Jika kalian hanya hidup di ruang persembunyian,
maka kepada Allah
tak perlu kami memberikan laporan
Sebab terhadap segala sesuatu
Ia Maha Menyaksikan.
Dan jika setiap kebenaran 
kenyataan selalu kami kemukakan,
itu tidaklah untuk memberitahu Tuhan,
melainkan kemampuan kami memang terbatas
pada mengatakan apa yang wajib kami katakan,
serta mengerjakan apa yang wajib kami kerjakan. 

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"


Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"