Skip to main content

PUISI : AL WAAJID (YANG MAHA MENEMUKAN)

Asmaul Husna - Al Waajid (Yang Maha Menemukan) - (allahkaarim.com)

Kalau Tuhan mau, 
malaikat tidak akan mempertanyakan
kenapa Ia bikin manusia,
makhluk yang hanya akan bikin ribut
dan berperang di antara sesama mereka

Kalau Tuhan mau,
iblis tidak akan menyatakan protes
dan perlawanan terhadap-Nya,
kemudian dilepaskannya manusia
berjalan tanpa musuh yang menggelincirkannya.

Kalau Tuhan mau, 
Adam tak akan dibiarkannya
memakan buah larangan-Nya
sehingga harus turun ke bumi maya
dan berjuang lagi memperoleh ridla-Nya

Kalau Tuhan mau,
bersama Hawa Adam memperoleh keturunan lain,
yang bukan kita :
anak cucu yang amat sukar
membatasi mimpi serakahnya
serta yang suka sombong karena kekerdilannya.

Kalau Ia mau, kalau Ia mau,
Ia tak perlu bikin apa-apa :
tetapi sudah demikianlah adanya,
Ia memperoleh segala yang dikehendaki-Nya.
Dan kita :
masuk sekolah dan bekerja,
untuk belajar membuka pintu rahasia,
seperti Adam belajar menghapalkan nama 
batu, angin, pepohonan dan burung-burung di udara.
Masuk ke semak-semak belantara,
kita hindari matahari,
karena mendengar ia
setiap bercerita tentang Allah Pencipta.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"