Skip to main content

PUISI : AL HAMIID (SANG MAHA PEMUJI)

Asmaul Husna - Al Hamiid (Sang Maha Pemuji) - (pinterest.com)

Mungkin bisa aku ucapkan
rasa terima kasihku beribu kali dalam sehari,
Allahku,
namun rasa syukurku tidaklah bisa kubatasi

Mungkin aku bisa gumamkan
kata syukurku beribu kali dalam sehari,
Allahku,
namun bakti sujudku tidaklah bisa ditampung
oleh segala hitung dan kali.

Mungkin bisa aku bisikkan
sunyi tawadlu'ku beribu kali dalam sehari,
Allahku,
namun nyanyian rinduku 
tidaklah akan pernah bisa diakhiri.

Allahku, Allahku
Mungkin segenap ruang tiada akan mampu
menyediakan waktu 
bagi pujaku kepada-Mu

Mungkin seluruh waktu tiada akan cukup
menyiapkan ruang 
bagi pepujiku kehadirat-Mu
Namun itu semua hanyalah setetes air
dari samudera rasa syukur
yang seharusnya aku persembahkan
kehadapan-Mu.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

PUISI : AR RASYIID (SANG MAHA PENABUR PETUNJUK)

"Ada logam mulia di ladangmu, emas namanya, ada juga batu-batu yang bisa engkau kuliti menjadi gemerlap permata Pergilah menyisir hutan, masuki ketiak-ketiak bumi, panjat gunung, turuni lembah  serta menukiklah ke lantai samudera : kelupaslah bungkus-bungkus rahasia yang menyelimutinya Tetapi dengar bahwa Kuciptakan bagimu tidak hanya satu macam samudera, satu jenis gunung, lembah, hutan dan ladang, melainkan beribu-ribu wujud dan nilainya : Ketahuilah  bahwa emas yang murni dan permata yang sejati terdapat hanya di dalam dirimu sendiri Engkau bisa  menemukan, menghimpun  dan memperjualbelikan emas permata,  namun  Kuanugrahkan kecerdasan di akal budimu untuk mengolah apa saja  menjadi emas dan permata Tak usah engkau khawatirkan akan kering kekayaanKu : emas ilmu dan pengetahuan, permata puisi dan kebijakan, atau apapun saja yang engkau perlukan untuk  kemajuan sejarah pengembara...

REVIEW BUKU : NEGERI 5 MENARA

    Judul : Negeri 5 Menara   Penulis : Ahmad Fuadi Genre : Fiksi Novel   Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2009   Tebal Buku : 422 halaman No. ISBN : 978-979-22-4861-6 Harga Buku : 98.000 Rupiah (gramedia.com)   Cerita Singkat : Kalau terdengar kata “Pondok Pesantren (ponpes)”, apa yang terbesit di pikiran kalian? Agamis, tentu, Pakaiannya tertutup, pasti, tapi apakah memang selalu terlintas hal-hal yang positif? Bagaimana dengan stereotip beberapa lapisan masyarakat kalau ponpes adalah tempat penyembuhan jiwa anak-anak nakal? Kadang-kadang terlihat seperti itu bukan?   Yah, bagaimanapun persepsi setiap orang, itu hanyalah sebuah persepsi, pada akhirnya pembentukan Pondok Pesantren pasti tujuannya untuk mencetak generasi-generasi Qur’ani muda yang tidak hanya berhenti di belajar secara teori, namun turut bergerak dan mengamalkan Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam ...

PUISI : AL BAAQI (YANG MAHA ABADI)

Setelah tiba rasa senang, esok pagi akan muncul angin pengap yang menanamkan  kekecewaan dan ketidaktentraman, namun kemudian nongol tiba-tiba angin yang lain lagi : bagai burung-burung ceria yang hinggap di pundakmu dan engkau pegang. Setelah memancar cahaya pengetahuan, esok pagi matahari tak bangun dari peraduan : engkau pun jadi rabun dan hilang pegangan, namun kemudian  dari ufuk semangatmu terbit surya lain yang membuat mripatmu kembali bisa memandang Setelah jiwa ditegakkan iman, esok pagi tiba dihadapanmu  tantangan yang membuat engkau diambil-alih oleh keputusasaan, namun kemudian  di ladang reruntuhan jiwamu membenih rahasia lain yang membangkitkan tubuhmu untuk tegak menatap lurus ke depan Demikian yang engkau sebut kehidupan Yakni riak-riak gelombang Pasang dan surut, surut dan pasang Menjadi barisan mimpi kesementaraan, Allah Yang Maha Abadi Melemparkanmu ke riuh samudera Timbul tenggela...