Skip to main content

PUISI : AL QOHHAR (YANG MAHA PENGUNJUK KEKUATAN)

Asmaul Husna - Al Qohhar (Yang Maha Pengunjuk Kekuatan) - (pinterest.com)

Bahkan kepada para penyihir,
diberikan-Nya kekuatan ala kadarnya,
namun tak seorang penyihir pun tahu
bahwa tak pernah ia menyihir siapa pun
kecuali dirinya sendiri.

Bahkan kepada para penguasa,
dianugrahkan-Nya jua pedang dan ilmu
untuk menebaskannya,
namun tak seorang penguasa pun mengerti
bahwa tak pernah ia menguasai siapa pun kecuali ia
dikuasai oleh kekuasaannya sendiri.

Bahkan kepada para penindas, penipu, penjilat
serta sekalian penjahat,
ditaburkan-Nya jua segala batu panah api dan
kebusukan yang diperlukan mereka,
namun tak seorang pun dari mereka menginsafi
bahwa tak siapapun bisa mereka pecundangi
kecuali mereka rajam diri mereka sendiri.

Orang-orang yang disihir
tidaklah tersihir
Orang yang dikuasai
tidaklah terkuasai
Yang ditindas
tidaklah tertindas
Juga yang ditipu, dikelabuhi, dipecundangi
dan dilempari dengan ludah busuk
dan panah-panah api :
serbuan itu ialah piutang demi piutang,
yang membuat derajat mereka makin meninggi.

Bertaburan di atas kepala mereka
kupu-kupu dari surga,
dan mereka syukuri anugerah rahasia itu,
yang berasal dari Allah mereka :
Yang Maha Gagah Perkasa.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"