Skip to main content

#SOKTAHU : MALANG, KENAPA…


Kota Malang,
Kota yang sejuk,
Kota yang indah,
Kota Pendidikan,
Kota lahirnya orang-orang hebat,
Kota lahirnya pahlawan nasional

Tapi, entah apa yang terjadi dengan kota ini sekarang…
Tata kota yang amburadul,
Kemacetan,
Banjir,
Rusaknya Sungai Brantas,
Pasar Yang Tidak Berkembang,
Sampah yang menggunung,
Parkir Liar Merajalela,
Kesenjangan semakin parah
Dan terakhir, Korupsi…

Oh Allah SWT,
Apa yang harus aku lakukan dengan kota ini
Sakit hati aku melihat semua itu terjadi
Apakah aku harus diam melihatnya di depan mataku sendiri

Oh Allah SWT,
Berilah hamba petunjuk
Jalan yang sebaiknya kulalui
Berilah hamba kekuatan
untuk berbuat sesuatu bagi kota ini
Oh Allah SWT,
Aku cinta dengan kotaku ini
Aku cinta dengan negeriku ini

 Malang dulu : Bebas Macet, Nyaman, Sejuk (jelajahmalangku.blogspot.com)  
 
 Malang Now : Macet, Sumpek, Panas, Akibat Kurang Transportasi Publik yang murah & memadai + kredit kendaraan bermotor sangat terjangkau (pasangmata.detik.com)

Malang Dulu : Bebas Banjir, Banyak tanaman hijau (jelajahmalangku.blogspot.com)


Sungai Brantas Dulu : Penuh pepohonan, asri, bersih (jelajahmalangku.blogspot.com)

Lucunya malang, bangunan melanggar aturan dijadikan tempat wisata, padahal jelas-jelas merusak Sungai Brantas (tirto.id)



Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"