Skip to main content

#SOKTAHU : SENANGNYA, ASIAN GAMES KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI

18th ASIAN GAMES - ENERGY OF ASIA (sports.okezone.com)

Indonesiaku…
Negeri tercinta
Negeri yang penuh suka duka
Tapi, Ibu pertiwi sedang tersenyum bangga
Melihat Pesta Olahraga se-Asia kembali mampir ke pangkuannya

Indonesiaku…
Sang Macan Asia
Penuh dengan talenta
Yang telah tidur sekian lama
Ingin kembali menunjukkan taringnya

Indonesiaku…
Do’a kami semua turut bersamamu
Dukungan kami hanya untukmu

Terbanglah Garuda!!!
Mengaumlah Indonesia!!!
Tunjukkan siapa kita sebenarnya!!!
Berkorbanlah dengan seluruh jiwa raga!!!


Jakarta, 24 Agustus 1962 (tentu aku belum lahir, wkwkwk…) adalah salah satu hari yang bersejarah bagi Indonesia, dimana di hari itulah, Indonesia pertama kali mengadakan event pesta olahraga se-Asia atau biasa disebut Asian Games ke-4.  Dibuka di stadion legendaris Indonesia yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) oleh Presiden Ir. Soekarno. 

Di kejuaraan yang pada tahun tersebut mempertandingkan 13 cabang olahraga, Indonesia mampu terbang tinggi menjadi runner-up dengan mengemas 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu di bawah Jepang.  Itulah prestasi terbaik Sang Garuda yang belum mampu dicapai kembali hingga Asian Games terakhir di Incheon, Korea Selatan, 4 tahun silam.

Stadion Utama Gelora Bung Karno saat masih dalam tahap pembangunan untuk Asian Games 1962 di Jakarta (goodnewsfromindonesia.id)

Nah, kali ini Indonesia kembali sebagai tuan rumah, pertanyaan di benak masyarakat pasti, apakah romantisme masa silam bisa terulang? Hmm… kalau kita lihat, dari pemerintah sendiri membidik 20 medali emas dan 10 besar. Pesimis? Mungkin lebih ke realistis yaa, kalau melihat sepak terjang Indonesia di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. 

Sejak Asian Games Hiroshima tahun 1994, peringkat Indonesia selalu berada di luar 10 besar, tentu ini sedikit menjengkelkan karena alasan yang dikemukakan pemerintah, hingga ke level pemain selalu alasan “klasik”, yaitu kurangnya persiapan. 

Sedih melihat “mantan” Macan Asia ini sedang tumpul taringnya, sedih melihat dari sekian banyak penduduk Indonesia, sangat sulit untuk mencari talenta-talenta terbaik di bidang olahraga.  Jika dibandingkan Tiongkok, yang beberapa kali lipat lebih banyak penduduknya, mereka justru mendominasi Asian Games, bahkan sudah sanggup bersaing di level yang lebih tinggi, yaitu Olimpiade. Gila bukan…

Okay, kita move on dari kegalauan-kegalauan di masa lampau.  Kalau lihat persiapan Indonesia kali ini, aku lihat berita-berita yang beredar (tentu dari sumber yang kredibel), persiapan Indonesia dari segi non teknis sudah cukup baik.  

Infrastruktur telah dibenahi dan dibangun dengan hebat dibawah arahan menteri PUPR baik di Jakarta maupun Palembang, tentu harusnya atlet sudah paham medan tempur.  Sedangkan dari segi keuangan, walaupun ada seliweran kabar bahwa ada sedikit masalah, tapi tidak terlalu besar dan jadi trending di media sosial.  Jadi, aman laaaah…

Nah, kalau dari lihat dari atlet-atlet yang akan bertanding.  Hmm… jujur aku nggak terlalu tahu sih, yang jelas ada beberapa cabor yang tryout ke luar negeri dan itu sedikit menggambarkan bahwa mereka sangat serius untuk kejuaraan kali ini.  Appreciate for that.   

Tapi tentu, yang kita sama-sama tahu, ujung tombak Indonesia adalah bulu tangkis, bagaimana tidak, bulu tangkis sangat konsisten dalam menyumbang prestasi, terutama di sektor ganda putra, dan ganda campuran.  Namun, cabor-cabor lain, seperti Panahan, Atletik, Bola Basket, Bola Voli (Indoor dan Pantai), Beladiri (Karate, Wushu, dan Taekwondo), serta dayung plus perahu naga bisa memberi kejutan di Asian Games kali ini.

Berbicara mengenai olahraga, tentu tidak terlepas dari suporter.  Nah, suporter Indonesia ini terkenal sangat fanatik, terutama kalau sudah tentang sepakbola (olahraga sejuta umat, hehehe…). 

Contoh terbaru adalah saat gelaran Piala AFF U-19 di Sidoarjo yang baru berakhir dua hari yang lalu, padahal yang main hanya tim junior, tapi begitu tinggi ekspektasi publik sampai stadion nggak mampu menampung animo masyarakat hingga akhirnya dipasanglah 3 giant screen di luar stadion untuk luberan suporter yang nggak mendapatkan tiket pada babak semifinal. 

Terlihat suporter Indonesia ramai saat timnas U-19 sedang naik daun (bola.net)

Tapi, begitu Timnas Indonesia meraih hasil yang tidak sesuai ekspektasi publik (kalah sama Malaysia lagi, sang musuh bebuyutan), keluar deh aslinya suporter Indonesia yang masih kurang dewasa.  

Lempar benda apapun seperti botol bekas minuman buat pemain lawan, menyalakan flare seperti sudah jadi kebiasaan, nggak masalah pikirnya, padahal denda pasti menanti Indonesia, mungkin oknum-oknum itu santai aja karena yang mbayar denda juga bukan mereka, wkwkwk...

Bukti selanjutnya kalau suporter kita masih banyak yang belum dewasa adalah hujatan-hujatan netizen yang meraung-raung di media sosial, parah deh.  Bukti terakhir adalah di perebutan tempat ketiga, stadion tiba-tiba jadi sepi, antusiasmenya jauh dibanding laga-laga sebelumnya, yang artinya pendukung Indonesia hanya bersama timnas ketika menang tapi kabur disaat kalah.   

Hmm… sedikit menyedihkan sih,  untungnya Indonesia bisa balas dendam kepada Thailand.  “Anjing menggonggong, kafilah berlalu”, hehehe…  Semoga kejadian-kejadian seperti itu nggak terjadi lagi di Asian Games kali ini.

Terlihat suporter Indonesia sepi saat timnas U-19 meraih hasil yang tidak sesuai ekspektasi (nysnmedia.com)

Okay, sekarang yang bisa kita lakukan sebagai warga Indonesia yang baik adalah memberi dukungan dan do’a yang sebaik-baiknya supaya Asian Games ke-18 yang dimulai tanggal 18 Agustus 2018 – 2 September 2018 serta diikuti oleh 44 negara + 1 dengan membawa bendera independent Asian Athlete ini berjalan dengan baik, lancar, seru, dan aman seperti Piala Dunia 2018 Rusia kemarin.  Indonesia pun semoga mampu mencapai bahkan melebihi target yang dicanangkan oleh Pemerintah.  Aamiin…
 
Oh ya, terakhir, walaupun kalian jauh dari Jakarta dan Palembang, kalian bisa memberikan dukungan dalam bentuk lain lho, seperti ikut memeriahkan acara yang berkaitan dengan Asian Games di kotamu (Obor mampir ke Malang tanggal 20 Juli 2018, YEAY!!!) serta membeli merchandise resmi yang telah tersedia di salah satu toko online, jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukung Indonesia.  

Jangan lupa juga mampir ke website dukungbersama.id untuk mengetahui info-info lomba yang diadakan bagi masyarakat untuk menyemarakkan Asian Games 2018 serta indonesiabaik.id (website yang dikelola Kominfo) sebagai upaya menggelorakan semangat menuju Indonesia yang lebih baik.

Selamat menyaksikan!!! Selamat bertanding!!! Dukung Indonesia!!! #EnergyOfAsia, #DukungBersama, #AsianGames2018

18th ASIAN GAMES Jakarta-Palembang + Maskot (pikiran-rakyat.com)

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"