Skip to main content

PUISI : AS SAAMI' (YANG MAHA MENDENGAR)

Asmaul Husna - As Saami' (Yang Maha Mendengar) - (twitter.com)

Ilmu Maha Mendengar yang Engkau miliki Gusti,
bukan sekedar tak tertandingi,
sebab siapa musuh yang berani datang kepada-Mu
memerangi sebab segala pendengaran,
milik siapa pun,
hanya Engkau jua satu-satunya yang memberi

Ilmu Maha Mendengar yang Engkau miliki Gusti,
bukan sekedar tak mampu kami pahami :
bahkan
hakekat pendengaran kami sendiri
tak pernah bisa kami telusuri

Dengan telinga kami mendengarkan semua
keributan dunia ini,
tetapi sahabat-sahabat kami yang tuli
lebih mampu mendengar suara sejati

Dari saat ke saat 
kami setia mendengarkan setiap bunyi,
tetapi diam-diam
Engkau mengajari bahwa suara yang sesungguhnya
terdapat dalam sunyi

Gusti...
O...
Gusti
Betapa tuli pendengaran kami!
Perkenankan, jika mungkin, di hari nanti
Kami bisa mendengar
tidak dengan telinga kami yang amat terbatas ini,
perkenankan juga kami
mendengarkan tidak hanya suara-suara,
yang amat sering menjebak jiwa dungu ini,
tetapi juga mendengarkan apa pun saja :
cahaya, inti warna, sepi
atau bisikan-Mu yang tiada terperi

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"

Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"