Skip to main content

REVIEW BUKU : QUIET IMPACT – MEMUNCULKAN POTENSI TERSEMBUNYI PRIBADI INTROVER

Cover Buku Quiet Impact – Memunculkan Potensi Tersembunyi Pribadi Introver
Sinopsis Buku Quiet Impact – Memunculkan Potensi Tersembunyi Pribadi Introver

















Judul : Quiet Impact – Memunculkan Potensi Tersembunyi Pribadi Introver
Penulis : Sylvia Loehken
Genre : Motivasi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 305 halaman
No ISBN : 978-602-03-3501-8
Harga Buku : 88.000 Rupiah (bukukita.com)


Cerita Singkat : 

Semboyan Bhineka Tunggal Ika
Berbeda-beda tapi tetap satu jua
Pendiam bukan akhir segalanya
Introver juga orang yang istimewa

Ekstrover dan Introver? Pernah denger soal dua kepribadian ini? Emang lagi hits sih sebenarnya.

Kalau kamu belum tahu, sebenarnya ekstrover biasanya diidentikkan dengan orang yang gembira, ekspresif, suka bergaul, dan hal-hal keeksternalan lainnya.  Sedangkan introver kurang lebih ciri-cirinya seperti kutu buku, pendiam, penyendiri, dan hal-hal yang dilakukan kesendirian lainnya.

Terlihat jelas kan perbedaannya, bahkan kalau kita menganggap hal yang ekstrem, ekstrover seperti diselimuti hal-hal yang positif, berbanding 180o dengan introver. Gila bukan??? Padahal, menurut sebuah penelitian terbaru yang ditulis dalam buku ini, kurang lebih ada sekitar 30% dari populasi manusia adalah introver, wah bahaya kan kalau sampek manusia-manusia introver ini dikucilkan???
 
Introver juga makhluk sosial, hanya perlu pendekatan yang tepat bagi dia untuk bisa diterima di kalangan masyarakat (amanpedia.blogspot.com)

Nah, pinternya penulisnya (karena dia sendiri adalah seorang introver), aku yakin buku ini mampu menjawab segala keresahan itu, bahwa banyak kok potensi-potensi yang bisa digali dari seorang introver, bisa kok bersaing dengan manusia-manusia ekstrover.

Di buku ini juga dikasih tahu kelemahan-kelemahan dalam diri pribadi introver, bukan untuk melemahkan, justru kalau kita mengenal musuh (dalam hal ini kelemahan diri sendiri) lebih cepat.  Tentu kita bisa menyiapkan strategi untuk memperbaikinya sekaligus menangkalnya, seperti layaknya pertandingan olahraga.

Bagi yang belum tahu, Bill Gates, Michael Jackson, bahkan Barack Obama adalah seorang introver, amazing right!!! Mereka bertiga adalah Influencer-influencer dunia yang sudah dikenal kehebatannya di bidang masing-masing, tentu hal ini bisa memotivasi kita dong.  Buku ini seperti oase ditengah gurun pasir, atau mungkin obat bagi yang lagi sakit.  Lantas tunggu apa lagi, beli bukunya, pelajari, resapi, dan lakukan!!!


Yang Menarik : 
  • Cocok bagi pribadi introver, untuk bahan memperbaiki diri 
  • Cocok bagi pribadi ekstrover, untuk mempelajari teman-teman introver yang ada di lingkungannya, bahwa ada mutiara yang hanya perlu diasah dalam diri seorang introver

Yang Terasa Kurang : 
  • Aku merasa kurang simpel aja buku ini, tapi tetep recommended buat dibaca
 


Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"