Skip to main content

PUISI : AR RAAFI' (YANG MAHA MENGANGKAT)

Asmaul Husna - Ar Raafi' (Yang Maha Mengangkat) - (attributesofallah.blogspot.com)

Bagi batu : batu hanya batu
Tapi engkau menyusunnya
Menjadi anak tangga
Untuk menaiki angkasa

Dan tetumbuhan : tidak beku diam
Ia meninggi dan berkembang
Tapi ia sendiri tak paham

Akan hal binatang
Hanya tahu bersetubuh dan makan
Karena terdiri dari nafsu dan badan

Adapun engkau :
Duduk setingkat di atasnya
Karena diselipi akal pikiran
Supaya cerdas memilih jalan

Allah berkisah tentang langit tujuh
Batu, tetumbuhan dan binatang
Membeku di tiga langit kodratnya
Tapi engkau bergerak naik, bergerak naik!

Kecuali yang turun
Ke sap binatang
Terarus oleh tatanan keadaan,
ombak zaman perilaku lingkungan
jual beli kesenangan,
Watak pemerintahan,
menu-menu kebudayaan
yang membinatangkan

Allah senantiasa meninggikan
Kecuali engkau memberi-Nya alasan
untuk merendahkan.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna"
Karya "Emha Ainun Nadjib"


Comments

Popular posts from this blog

MIKIR JERNIH : THE INTERNATIONAL 2018 – A CINDERELLA STORY FROM OG (PART 2 : FINALS)

PUISI : AL MU'MIN (YANG MAHA MENGAMANKAN)

Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak -nyenyaknya.
Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa Begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya.
Meskipun malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup dengannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya
Biji buah kepercayaan itu, saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi, pada siang, sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga.

Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"

PUISI : AL BASHIR (YANG MAHA MELIHAT)

Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu, Gustiku, Karena Engkau adalah Melihat itu sendiri, dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu, maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu
Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu, Gustiku, karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua, dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu
Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku, kulapiskan pakaian di badanku, kubungkuskan kepura-puraan  dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku
Namun selalu, Gustiku, diujung kepengecutan itu, akhirnya kutahu, bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu, Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu, tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan dan mencampakannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku.
Dikutip dari buku "Syair-Syair Asmaul Husna" Karya "Emha Ainun Nadjib"